Gunung Padang, Warisan Peradaban Nusantara

Image 3
Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI


TERBERITAKAN bahwa Pemugaran Situs Megalitik Gunung Padang di Kampung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akan segera dimulai. Pemerintah melalui Menteri Kebudayaan Fadli Zon telah menandatangani Surat Keputusan tentang Pembentukan Tim Kajian dan Pemugaran Situs Cagar Budaya Peringkat Nasional Gunung Padang. Arkeolog Universitas Indonesia, Ali Akbar, ditunjuk sebagai ketua tim.

Ali yang pernah memimpin Tim Katastropik Purba untuk penelitian Situs Gunung Padang pada 2011, menyebut penunjukan ini sebagai bentuk apresiasi dan kepercayaan dari pemerintah.

“Menjadi tanggung jawab besar bagi kami. Ini tugas berat dan butuh waktu yang tidak sedikit. Karenanya, dalam pemugaran Situs Gunung Padang perlu komitmen kuat dari pemerintah dan perlu kerja keras dari para ahli, serta dukungan dari masyarakat,” ujar Ali Akbar.

Teritorium Gunung Padang diperkirakan sekitar tiga kali lebih besar dari Borobudur maka komitmen semua pihak sangat penting mengingat aktivitas pemugaran memerlukan waktu dan biaya besar.

Ali membandingkan dengan pemugaran Candi Borobudur yang memakan waktu sepuluh tahun, dari 1973 hingga 1983. Disebutkan, pemugaran Candi Borobudur yang kini menjadi warisan dunia merupakan proyek pemugaran terbesar yang pernah dilakukan Indonesia.

“Dengan semangat yang sama, semoga pemugaran Situs Gunung Padang dapat berjalan lancar, menghasilkan manfaat bagi ilmu pengetahuan, dan menjadi kebanggaan baru bagi bangsa dan negara Indonesia di kancah dunia. Situs Gunung Padang telah menyita banyak perhatian ilmuwan dari dalam dan luar negeri. Karena itu, kegiatan pemugaran akan memakai metode yang mengutamakan kajian mendalam agar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, akademis, dan sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan,” ucap arkeolog Ali Akbar.

Saya pribadi merasa bersyukur bahwa akhirnya Menteri Kebudayaan, DR Fadli Zon berhasil mempersatukan para arkeolog Indonesia yang semula terpecah-belah bersengketa sengit tentang Gunung Padang. Polemik terjadi akibat politisasi kasus Gunung Padang antara kubu yang pro melawan kubu yang kontra terhadap keyakinan bahwa situs Gunung Padang merupakan warisan peradaban Nusantara yang tiada dua di planet bumi.

Wajar bahwa para arkeolog kerap terbelah dua seperti situs Troya di Turkiye yang ditemukan oleh Heinrich Schliemann karena Schliemann dianggap arkeolog amatiran bahkan diletantis oleh para arkeolog akademis profesional.

Akhirnya tanpa peduli kemelut polemik, pemerintah Turkiye tegas menyatakan bahwa situs Troya di Hisarlik di Türkiye barat laut memang sesuai wiracarita yang dikisahkan oleh Homeros. Meski masih sengit dipolemikkan oleh para arkeolog akademis, kini terbukti situs Troya menjadi satu di iantara destinasi wisata arkeologis kelas dunia yang berada di Turkiye.

Insya Allah dalam waktu tidak terlalu lama lagi situs megalitikum Gunung Padang diakui oleh UNESCO sebagai warisan peradaban Nusantara masa prasejarah yang layak dijunjung tinggi menjadi kebanggaan bangsa, negara dan rakyat Indonesia. MERDEKA.